Home World News Hasil pemilu Pakistan: PML-N dalam pembicaraan aliansi dengan PPP, MQM-P; Nawaz...

Hasil pemilu Pakistan: PML-N dalam pembicaraan aliansi dengan PPP, MQM-P; Nawaz Sharif bisa menjadi PM

6
0

Para pemimpin Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) mulai membahas syarat aliansi dengan Partai Rakyat Pakistan (PPP) dan Gerakan Muttahida Quami-Pakistan untuk menyusun formula pembentukan pemerintahan, Tribun Ekspres dilaporkan. PML-N akan mengambil jabatan perdana menteri, dan jabatan presiden serta ketua Majelis Nasional akan diberikan kepada mitra-mitranya jika aliansi disepakati.

Mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif (tengah). (AFP/Berkas)

Pengumuman hasil pemilu dimulai hampir 12 jam setelah berakhirnya pemungutan suara untuk majelis nasional dan provinsi pada hari Kamis. Proses pemilu dibayangi oleh contoh-contoh kekerasan yang dilakukan oleh faksi-faksi bersenjata dan Pakistan menghadapi reaksi keras akibat penangguhan layanan telepon seluler yang kontroversial, yang mengarah pada tuduhan “rekayasa politik”.

Rasakan kekayaan sejarah Delhi melalui serangkaian perjalanan warisan budaya bersama HT! Berpartisipasilah Sekarang

Para analis berpendapat bahwa militer lebih memilih mantan PM Nawaz Sharif yang tiga kali menjabat dibandingkan pimpinan Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) Imran Khan untuk mengambil alih kekuasaan. Namun, loyalis Khan, yang mencalonkan diri sebagai calon independen, melampaui ekspektasi dengan berhasil meraih kemenangan dan memenangkan kursi terbanyak. Para pemimpin partai Khan memuji hal itu sebagai kemenangan demokrasi, dan menandakan tuntutan masyarakat akan perubahan.

Berikut adalah pembaruan terkini pemilu Pakistan:

  • Hasil akhir resmi menunjukkan bahwa kandidat independen yang didukung oleh PTI memperoleh kemenangan di 97 kursi, sementara Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) muncul sebagai pemenang di 76 daerah pemilihan. Selain itu, Partai Rakyat Pakistan (PPP) memperoleh 54 kursi, dan Gerakan Muttahida Qaumi (MQM) memperoleh 17 kursi.
  • Menurut laporan di FajarPTI pimpinan Imran Khan menuduh bahwa hasil dari setidaknya 18 kursi Majelis Nasional “diubah secara tidak benar” oleh petugas pemilu.
  • Pada hari Minggu, ketua PPP Bilawal Bhutto-Zardari dan presiden PPP Asif Ali Zardari mengadakan pertemuan dengan presiden PML-N Shehbaz Sharif. Kedua partai untuk sementara sepakat untuk “mencegah ketidakstabilan politik di negara ini”.
  • PML-N memperoleh dukungan dari kandidat independen awal yang didukung oleh partai Imran Khan pada hari Minggu, memperkuat pengaruhnya di parlemen. Wasim Qadir, yang sebelumnya didukung oleh PTI dan menang atas Syekh Rohail Asghar dari PML-N di daerah pemilihan Majelis Nasional-121 Lahore, berafiliasi dengan PML-N setelah berdiskusi dengan Maryam Nawaz, putri pemimpin partai Nawaz Sharif, di kediamannya.
  • PTI Khan mendesak para pendukungnya di Inggris dan Amerika Serikat untuk berdemonstrasi menentang dugaan penyimpangan pemilu.
  • Seperti dilansir oleh AFP, polisi mengerahkan gas air mata untuk membubarkan pendukung mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan yang dipenjara pada hari Minggu, menyusul seruan partainya untuk melakukan demonstrasi di luar kantor pemilu. Insiden bentrokan dilaporkan terjadi di kota Rawalpindi dan Lahore. Selain itu, lusinan protes lainnya dilakukan di seluruh negeri tanpa kejadian yang tidak diinginkan. Menyusul seruan dari PTI untuk melakukan protes, polisi menerapkan pembatasan pada “pertemuan ilegal”.
  • Komisi Pemilihan Umum Pakistan (ECP) membuat beberapa keputusan yang dapat berdampak pada hasil pemilu di empat daerah pemilihan penting, Fajar dilaporkan. Konsolidasi hasil pemilu ditangguhkan di daerah pemilihan NA-47 dan NA-48 di Islamabad serta daerah pemilihan NA-15 di Mansehra. Penghitungan ulang diumumkan di daerah pemilihan PB-21 Hub di Balochistan.
  • Analisis terhadap hasil sementara menunjukkan bahwa di setidaknya 24 daerah pemilihan Majelis Nasional, jumlah surat suara yang ditolak melebihi batas kemenangan, Fajar dilaporkan. Dari jumlah tersebut, dua puluh dua daerah pemilihan berlokasi di Punjab, sementara masing-masing satu daerah pemilihan berada di Khyber Pakhtunkhwa dan Sindh.
  • Pengadilan Pakistan dibanjiri petisi dari para kandidat yang kalah dan menentang hasil sementara di daerah pemilihan mereka masing-masing. Petisi ini telah diajukan beberapa hari setelah pemilu yang sangat terpolarisasi di negara tersebut.
  • Berdasarkan Berita ARY, PTI menyerukan agar Ketua Komisioner Pemilihan (KPU) Sikandar Sultan Raja segera mengundurkan diri dengan alasan pelanggaran konstitusi. Juru bicara PTI telah menegaskan bahwa CEC dan anggota Komisi Pemilihan Umum Pakistan (ECP) harus mundur karena diduga melanggar konstitusi.
Buka dunia Manfaat dengan HT! Dari buletin yang berwawasan luas hingga peringatan berita real-time dan umpan berita yang dipersonalisasi – semuanya ada di sini, hanya dengan sekali klik! – Masuk sekarang! Dapatkan Berita Dunia Terkini beserta Berita Terbaru dari India di Hindustan Times.

Fuente

Previous articleBagaimana kekalahan buruk mendorong Chiefs meraih kemenangan Super Bowl LVIII
Next articleWay-too-early 2024 NFL Power Rankings: Wait, neither Super Bowl team is No. 1?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here