Home World News Profesor NYC yang menodongkan parang ke leher reporter terlihat membakar bendera Amerika...

Profesor NYC yang menodongkan parang ke leher reporter terlihat membakar bendera Amerika pada rapat umum pro-Palestina

10
0

Seorang profesor di Kota New York, Shellyne Rodriguez, yang tertangkap kamera menodongkan parang ke leher reporter New York Post, tertangkap video sedang membakar bendera Amerika pada rapat umum pro-Palestina di Brooklyn pada tanggal Empat Juli. Rekaman itu telah muncul kembali sekarang.

Seorang profesor di Kota New York Shellyne Rodriguez tertangkap dalam video membakar bendera Amerika (tangkapan layar YouTube)

Klip tahun 2021 menunjukkan pria berusia 47 tahun itu melemparkan Old Glory ke tumpukan bendera Israel yang sudah terbakar. Massa terdengar meneriakkan, “Dari sungai hingga laut, Palestina akan merdeka.” Acara tersebut dipandu oleh kelompok kiri Within Our Lifetime, menurut New York Post.

“Dari Palestina hingga Meksiko, semua tembok harus dirobohkan,” teriakan massa juga terdengar.

Rodriguez baru-baru ini dipecat oleh Cooper Union, tempat dia menjadi guru, karena kata-kata kasar anti-Israel. “Cooper Union memecat saya karena postingan media sosial yang saya buat tentang ‘Zionis’,” tulis Rodriguez dalam email kepada para mahasiswa.

Mahasiswa Cooper Union untuk Keadilan di Palestina nanti membagikan emailnya di Instagram. “Ini adalah fasisme,” tulisnya. “Kalian semua mempelajarinya secara real time.”

Pada Mei 2023, Rodriguez mengutuk sekelompok mahasiswa pro-kehidupan yang menyebarkan informasi tentang aborsi di Hunter College CUNY. Di sinilah dia mengajar saat itu.

New York Post kemudian mengunjungi apartemennya di Bronx untuk meminta pernyataan. Rodriguez yang marah menodongkan parang ke leher seorang reporter. “Menjauhlah dari pintuku, atau aku akan memotongmu dengan parang ini!” dia berteriak. Pada hari yang sama, dia dipecat oleh Hunter.

Rodriguez mengaku bersalah atas pelecehan dan ancaman dalam insiden parang tersebut, kata Kantor Kejaksaan Distrik Bronx. Dia diharuskan menyelesaikan program terapi berdasarkan ketentuan perjanjian pembelaan bersyarat. Dia dapat mencabut pembelaan pelanggaran ringannya jika dia berhasil, dan akan dijatuhi hukuman pembebasan bersyarat atas pelanggarannya, kata kantor Kejaksaan.



Fuente

Previous articlePemegang rekor dunia maraton Kelvin Kiptum meninggal dalam kecelakaan mobil di Kenya
Next articlePembicaraan Transfer: PSG ingin Rafael Leão menggantikan Kylian Mbappé

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here